Pringsewu, - Proyek pembangunan jalan di Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, mulai menuai keluhan dari masyarakat. Proyek jalan sepanjang kurang lebih 200 meter yang berada di Dusun Jati Mulyo RT 01/RW 02 tersebut diduga dikerjakan secara terburu-buru dan tanpa informasi yang jelas kepada publik, Kamis (21/5/2026).
Warga menyebut proyek tersebut layak disebut sebagai “proyek siluman” lantaran tidak diketahui secara pasti sumber anggaran maupun pelaksana pekerjaannya. Selain itu, pekerjaan yang diselesaikan dalam waktu singkat itu kini mulai mengalami kerusakan meski baru beberapa hari rampung dikerjakan.
Wahyu Winarko selaku bayan di dusun setempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan sudah terlihat bergelombang dan mengalami kerusakan tak lama setelah pengerjaan selesai.
“Satu minggu yang lalu, tepatnya Kamis 14 Mei 2026, saya pergi ke kantor pekon dan saat itu belum ada kegiatan pengerjaan latasir jalan tersebut. Namun setelah pulang dari kantor pekon sekitar pukul 17.00 WIB, jalan itu sudah selesai dikerjakan. Akibatnya, jalan yang baru jadi itu langsung bergelombang,” ujar Wahyu kepada awak media.
“Pelaksana proyek tersebut juga saya tidak tahu, dan tidak ada papan informasi. Sempat saya tanyakan kepada Pak Dewan Sudiono apakah itu pekerjaan dari dana aspirasi dewan atau bukan, ternyata beliau juga tidak tahu dan mengatakan bukan dari dana aspirasi,” lanjutnya.
Keluhan juga datang dari warga sekitar yang menilai kondisi jalan sangat tidak nyaman saat dilalui kendaraan.
“Kalau lewat jalan itu seperti lagi naik kuda pak, motor sampai berguncang terus karena jalannya bergelombang dan kasar,” keluh salah seorang warga.
Warga menilai kualitas pengerjaan jalan tersebut kurang maksimal sehingga dikhawatirkan tidak akan bertahan lama. Pasalnya, pekerjaan yang baru selesai sekitar satu minggu itu sudah terlihat bergelombang dan mengalami kerusakan di sejumlah titik.
“Baru selesai sekitar satu minggu saja kondisinya sudah seperti itu, apakah bisa bertahan lama?” tambah warga dengan nada heran.
Masyarakat pun meminta pemerintah pekon maupun instansi terkait segera melakukan pengecekan lapangan agar kerusakan tidak semakin parah dan masyarakat mendapatkan infrastruktur jalan yang layak.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Pekon Waluyojati, Gunawan, belum memberikan keterangan resmi. Saat dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp, yang bersangkutan belum merespons. (Iyan)
