Melalui LAJAMA, Sanggar Bulan Temanggal menegaskan bahwa pelestarian budaya bukanlah perjalanan individu, melainkan langkah bersama yang dibangun melalui kebersamaan, gotong royong, dan rasa saling memiliki. Setiap gerak tari, irama musik, serta unsur tradisi yang dipentaskan menjadi wujud cinta terhadap budaya dan penghormatan pada nilai-nilai luhur warisan leluhur.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi siswa-siswi Sanggar Bulan Temanggal, tetapi juga sarana edukasi dan apresiasi budaya bagi masyarakat. LAJAMA menghadirkan pemahaman bahwa seni tradisi hidup melalui proses, kebersamaan, dan keberlanjutan, serta mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.
Uji Pentas LAJAMA menjadi momentum penting bagi Sanggar Bulan Temanggal untuk menumbuhkan kebanggaan budaya, memperkuat identitas, serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lapah jejama atau melangkah bersama, dalam menjaga dan memajukan seni budaya sebagai bagian dari kehidupan dan masa depan.
Uji pentas Sanggar Bulan Temanggal diikuti oleh 30 penari, dari usia 5 hingga 16 tahun.
Dwi Siswanto, selaku pembina Sanggar Tari Bulan Temanggal menyampaikan terimkasih kepada orang tua siswa yang telah mempercayakan anak nya untuk belajar menari dan kreasi seni lainnya di Sanggar Bulan Temanggal, dan inilah hasil siswa-siswi kami ditampilkan di “LAJAMA” Lapah Jejama Melangkah Bersama-sama. (Ath)
